Gagal, Bangkit, dan Berhasil: Cerita Ketahanan Pangan Desa Maradap dalam Buletin Alabio KPPN Tanjung

  • May 06, 2026
  • Farida Arianti

Pada hari Selasa 5 Mei 2026 dalam rangka penyusunan bahan publikasi Buletin Alabio oleh KPPN Tanjung, telah dilaksanakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dan Bimbingan Teknis (Bimtek) bertempat di Today's Story Kopi. Kegiatan ini menjadi wadah diskusi sekaligus pendalaman informasi mengenai implementasi program ketahanan pangan desa yang bersumber dari Dana Desa.

Dalam kegiatan tersebut, pihak KPPN Tanjung melakukan wawancara langsung dengan Pemerintah Desa Maradap, yakni Hadriansyah, S.Sos selaku Kepala Desa, Farida Arianti, S.Kom selaku Sekretaris Desa, serta Mahrita Ariani, S.AP selaku Kepala Urusan Keuangan. Wawancara difokuskan pada perjalanan, tantangan, serta capaian program ketahanan pangan desa yang telah dijalankan secara berkelanjutan sejak tahun 2022.

Program ketahanan pangan Desa Maradap diawali pada tahun 2022 melalui pengembangan usaha peternakan ayam petelur sebanyak 450 ekor. Melihat prospek usaha yang cukup baik, pada tahun 2023 dilakukan penambahan populasi sebanyak 600 ekor.
 Namun dalam perjalanannya, usaha peternakan sempat mengalami kendala berat akibat serangan virus yang menyebabkan kematian seluruh ternak pada periode tersebut.
Meski menghadapi kegagalan, Pemerintah Desa Maradap tetap menunjukkan komitmen kuat dalam pengembangan sektor ketahanan pangan. Melalui dukungan tambahan Dana Desa pada akhir tahun 2023, dilakukan pengadaan kembali bibit ayam petelur sebanyak 650 ekor sebagai langkah pemulihan usaha. Selanjutnya pada akhir tahun 2024, dilakukan penambahan kembali sebanyak 950 ekor, sehingga usaha peternakan semakin berkembang dan menunjukkan hasil yang positif.

Keberhasilan program tersebut mulai terlihat nyata pada tahun 2025, di mana pengelola peternakan telah memiliki kemampuan permodalan mandiri dan secara swadaya menambah bibit ayam petelur sebanyak 500 ekor tanpa ketergantungan penuh terhadap Dana Desa. Hal ini menunjukkan bahwa program ketahanan pangan yang dijalankan tidak hanya berorientasi pada produksi pangan, namun juga berhasil mendorong kemandirian usaha, penguatan ekonomi desa, serta keberlanjutan program pemberdayaan masyarakat.

Sebagai bagian dari siklus usaha, pada 14 April 2026 telah dilakukan afkir terhadap 650 ekor ayam petelur, sebagai langkah peremajaan populasi ternak guna menjaga produktivitas usaha peternakan ke depan.

Melalui kegiatan FGD dan Bimtek ini, diharapkan pengalaman Desa Maradap dalam mengelola Dana Desa untuk program ketahanan pangan dapat menjadi contoh praktik baik (best practice) yang dapat menginspirasi desa-desa lain dalam memanfaatkan Dana Desa secara produktif, terukur, dan berkelanjutan.